Shyatriyani's Blog

George Ritzer dan Teorinya

Posted on: Januari 4, 2011

Salah satu tokoh sosiologi yaitu George Ritzer, mengemukakan  ada tiga paradigma yang mendominasi sosiologi, dengan beberapa paradigma yang lain yang mengandung potensi untuk meraih status paradigmatic.ke tiga paradigma itu adalah :

  1. Paradigma fakta social .(emile durkheim)

Fakta sosial diartikan Durkheim sebagai :cara berfikir, bertindak dan merasa yang berada diluar kesadaran manusia yang bersifat memaksaFakta sosial muncul dalam bentuk nilai-nilai kultural, institusi sosial, sistem ekonomi juga politik. (Doyle
Jhonson,1997 : 23).

  1. Paradigma definisi Sosial (max weber)
  2. Paradigma perilaku sosial (skinner)

Paradigma perilaku sosial memahami kenyataan sosial berada dalam hubungan
stimulus-respon yang dialami individu ketika berhadapan dengan lingkungan
sosialnya. Individu pada dasarnya memberi tanggapan (respons) sosial karena
mendapatkan stimulus (rangsangan) yang datang dari luar dirinya. Rangsangan ini
bisa datang dari individu atau dari lingkungan sosial yang lebih besar, seperi
keluarga atau institusi politik

 

postmodern

George ritzer dalam penelitianya juga mengungkapkan tentang gejala masyarakat dunia yang makin mengalami rasionalisasi dalam wujud penerapan prinsip-prinsip restoran fast-food dalam penataan masyarakat(mcdonaldization of society) hal ini merupakan fenomena kehampaan global yang sedang menyebar keseluruh penjuru bumi manusia. Dengan perkataan lain adalah meluasnya keterasingan multidimensional, baik berupa keterasingan sosial, keterasingan ekonomi, serta keterasingan kultural yang diakibatkan oleh perkembangan-perkembangan sistem ekonomi kapitalisme global.Dimana dalam penelitianya ,Ia menggunakan teori salah satunya postmodern.postmodern adalah kecenderungan penolakan modern(menolak pandangan dunia)

 

Globalisasi kehampaan

 

Selain karyanya mengenai Mcdonaldisasi, ritzer berargumen tentang globalisasi kehampaan .yaitubahwa globalisasi menyebarkan kehampaan(sebagian besar/umum).kemajuan global yang cenderung umum,yang ditandai oleh konsep kontrol yang tersentralisasi,tiadanya muatan khas,generik,tiadanya ikatan lokal,tanpa waktu,dehumanisme,dan hilangnya pesona.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: