Shyatriyani's Blog

  1. A. Hanya ada individu-individu

Dalam perspektif individualistis dapat dikatakan bahwa kepentingan serta keberadaan individu dalam masyarakat lebih didahulukan daripada kepentingan masyarakat.Berbeda dengan perspektif organis,yakni individu diabaikan dan hanya dipandang secara luas. J.J. Rousseau berpendapat bahwa masyarakat sebagai “kontrak social”yang diadakan antara pihak-pihak otonom.Jadi masyarakat itu terbentuk bukan dengan adanya kaitan social batiniah yang timbul dari manusia untuk menyatu jadi masyarakat.Jikadiumpamakan hubungan antara individu seperti hubungan antar molekul-molekul yang mengabungkan diri,dengan molekul yang lain dan berkombinasi menjadi sesuatu.begitu juga dengan manusia akan bergabung atau menjalin hubungan dengan manusia lain memebentuk masyarakat.Masyarakat terbina karena orang-orang yang kebetulan tidak berhubungan satu sama lain itu berhubungan disebabkan oleh adanya suatu kebutuhan, sehingga masing-masing individu itu mengadakan kontrak sosial untuk hidup bersama.

 

  1. B. Evolusi atau Perubahan Sosial

Evolusi adalah perubahan social dengan waktu yang cukup lama.Masyarakat sebenarnya tidak berevolusi dan tidak maju.Jika ada yang sering mengatakan adanya masyarakat mengalami perubahan social atau ada istilah revolusi politik itu bukan perubahan melainkan pergeseran saja.Pandangan ini disebut Seesaw Theory of History,yang artinya masyarakat adalah bagian ungkat ungkit yang selalu mencari keseimbangan antara kedua ujungnya.Misalkan kedudukan si A yang menduduki sebuah jabatan tinggi dan Si B yang duduk dijabatan rendah.Suatu saat si A akan bergeser duduk pada jabatan yang rendah dan si Bakan bergeser pada jabatan yang tinggi.Jadi apa yang nampaknya perubahan .sebenarnya hanya perpindahan atau pergesaran  posisi saja.

  1. A. Masyarakat terdiri dari perilaku manusia

Pareto adalah salah satu tokoh pendasar mekanisme yang berpendapat bahwa hidup bermasyarakat terdiri dari perilaku oleh individu.sebagian besar kelakuan manusia bersifat mekanis, yakni melihat kebelakang dalam usahanya untuk mencari sebab sebab semua gejala social.Ada perbuatan logis dan non logis.Logis jika  perilaku direncanakan oleh akal budi serta langkah atau tindakan yang diambil seseorang tepat dan rasional.Pareto menganggap seluruh perilaku manusia itu nonlogis.

Masyarakat yang terdiri dari perilaku manusia senantiasa  mengarah kepada keseimbangan yakni pemeliharaan keseimbangan setelah terjadi pergolakan.dalam diri individu ada “perasaan-perasaan” yang menentang setiap hal yang mengancam atau mengganggu kestabilan.Keseimbangan adalah akibat proses mekanis.”perasaan –persaan”tersebut yakni naluri, residu,derivasi kepentingan dan factor rasial etnis.

1.Residu-residu

Pengertian residu secara harafiah adalah endapan,denagan maksud struktur dasar manusia yang selalu sama mantap dan tidak berubah sepanjang peredaran zaman struktur dasar ini melandasi dan menentukan perilaku tertentu yang selalu sama.Pareto menyebut enam residu yang menonjol yakni:

  1. tiap individu kecenderungan untuk mengabungkan hal yang tidak ada hubunganya satiu sama lain sehingga menjadi sesuatu yang baru.misalnya sesorang mengasosiasikan kejadian yang buruk terhadapnya dengan kejadian ia menabrak kucing diwaktu sebelumnya.gejala yang kebetulan ini dihubungakan satu sama lain.Maka residu ini menerangkan tiap –tiap perkembangan dibidang intelektual ,struktur politik dan kemajuan teknik.Manusia tidak pernah berhenti mencari kombinasi yang baru.

Kecenderungan untuk mempertahankan dan melestarikan kombinasi yang telah dibuat.misalkan lembaga lembaga social,politik,agama

 

  1. yang pernah dibentuk dianggap seolah olah abadi.Maka Residu ini mengimbangi kearah perubahan dan pencarian kombinasi baru.
  2. Kecenderunagan untuk mengungkapkan emosi secara lahiriah.yakni dengan tangisan,tertawa,demonstarsi,teriakan,aksi mogok dan sebagainya.
  3. Sosialitas atau kecenderungan manusia untuk bersatu dengan yang lainya.residu ini mrndorong manusia untuk membentuk masyarakat,
  4. Kecenderungan untuk mempertahankan diri sebagai individu yang utuh.setiap orang menjaga nama baiknya dan identitasnya
  5. Kecenderungan untuk mengarahkan dan mengungkapkan seksualitas.

 

2.Derivasi-derivasi

Manusia tidak hanya merasa diri didorong untuk bertindak atas cara tertentu ,melainkan juga untuk membenarkan dan mempertanggungjawabkan tindakanya secara teoritis.Rasionalisasi atau pembenaran perbuatan yang non logis dinamakan derivasi.Artinya manusiia bertindak lebih dahulu kemudian mencari motivasinya.Tiga macam Derivasi menurut Pareto:

  1. cara membenarkan diri yang paling mudah yakni menyatakan saja.Banyak orang yang hanya cenderung untuk menerima sesuatu pernyataan secara mutlak.
  2. menumpang pada kewibawaan orang lain atau kekuasaan Tuhan sendiri.misalkan seorang anak mda yang berbicara bahasa gaul, pasti akan mengatakan semua anak muda sekarang juga melakukan hal seperti itu.
  3. Orang dengan mudah membenarkan apa yang cocok atau bersesuaian dengan perasaan,kepentingan atau keinginan mereka

3.Kesukaan

Perasaan suka ,senang,atau merasa diri tertarik kepada hal-hal tertentu.

4.Kepentingan

Semua individu dan golongan digerakkan dan dirangsang oleh apa yang menjadi kepentingan mereka dalam bentuk barang kedudukan,atau kekuasaan.

5. Heterogenitas social

Individu  individu tidak semuanya sama dilihat dari segi segi intelektual ,moral,dan fisik .dengan kata lain masyarakat itu tidak sama .

Demikaian perspektif masyarakat sebagai individualistis.Individu sangat mempengaruhi masyarakat,karena masyarakat terbentuk dari individu yang aktif,mempunyai rasionalitas dan tujuan yang sama.Paham individu memandang manusia sebagai individu itu segala-galanya di luar individu itu tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kawula muda(ABG) seperti kita pastinya gak asing yang namanya CINTA.kadang kita dibuat bingung dengan  yang namanya cinta dan pacaran, semua remaja pasti  pernah naksir lawan jenisnya dan pacaran atau banyak orang menyebutnya CINTA MONYET.Untuk menjalin hubungan (pacaran) dengan orang  yang kita taksir itu menjadi satu keinginan kita.apalagi nih ya, ternyata orang yang kamu suka itu juga ada signyal sama kamu, and nembak kamu …wahhhh so sweet!!

Gimana kalo ada seseorang nembak kamu tapi  karena prinsip,kamu belom mau pacaran dulu dan juga berbagai alasan yang laen  atau doi itu bukan tipe kamu..nah lhooo tambah bingung kan ?? gimana cara nolaknya dengan gak menyinggung  hati doi??gak usah  binggung buat nyelese’in masalah ini.kalo menurut aku selese’in dengan TMT (Terimakasih Maaf Teman).Jelaskan ke doi dengan bilang,Terimakasih karena udah memberikan perhatian yang lebih, karena gak gampang seseorang itu bisa disukai ato dapat perhatian lebih  dari  orang lain.

Maaf karena belum bisa membalas rasa itu ke doi, n jelassin alasan kalian ke doiTeman,maksudnya lebih baik berteman karena teman itu lebih nyaman,dan  lebih abadi, hehehe

Gimana guys,moga berhasil ya,yang penting kita ngomong ke doi dengan ramah,buat jaga perasaan doi.

Salah satu tokoh sosiologi yaitu George Ritzer, mengemukakan  ada tiga paradigma yang mendominasi sosiologi, dengan beberapa paradigma yang lain yang mengandung potensi untuk meraih status paradigmatic.ke tiga paradigma itu adalah :

  1. Paradigma fakta social .(emile durkheim)

Fakta sosial diartikan Durkheim sebagai :cara berfikir, bertindak dan merasa yang berada diluar kesadaran manusia yang bersifat memaksaFakta sosial muncul dalam bentuk nilai-nilai kultural, institusi sosial, sistem ekonomi juga politik. (Doyle
Jhonson,1997 : 23).

  1. Paradigma definisi Sosial (max weber)
  2. Paradigma perilaku sosial (skinner)

Paradigma perilaku sosial memahami kenyataan sosial berada dalam hubungan
stimulus-respon yang dialami individu ketika berhadapan dengan lingkungan
sosialnya. Individu pada dasarnya memberi tanggapan (respons) sosial karena
mendapatkan stimulus (rangsangan) yang datang dari luar dirinya. Rangsangan ini
bisa datang dari individu atau dari lingkungan sosial yang lebih besar, seperi
keluarga atau institusi politik

 

postmodern

George ritzer dalam penelitianya juga mengungkapkan tentang gejala masyarakat dunia yang makin mengalami rasionalisasi dalam wujud penerapan prinsip-prinsip restoran fast-food dalam penataan masyarakat(mcdonaldization of society) hal ini merupakan fenomena kehampaan global yang sedang menyebar keseluruh penjuru bumi manusia. Dengan perkataan lain adalah meluasnya keterasingan multidimensional, baik berupa keterasingan sosial, keterasingan ekonomi, serta keterasingan kultural yang diakibatkan oleh perkembangan-perkembangan sistem ekonomi kapitalisme global.Dimana dalam penelitianya ,Ia menggunakan teori salah satunya postmodern.postmodern adalah kecenderungan penolakan modern(menolak pandangan dunia)

 

Globalisasi kehampaan

 

Selain karyanya mengenai Mcdonaldisasi, ritzer berargumen tentang globalisasi kehampaan .yaitubahwa globalisasi menyebarkan kehampaan(sebagian besar/umum).kemajuan global yang cenderung umum,yang ditandai oleh konsep kontrol yang tersentralisasi,tiadanya muatan khas,generik,tiadanya ikatan lokal,tanpa waktu,dehumanisme,dan hilangnya pesona.

JURNAL MASYARAKAT INDONESIA DAN
PERKEMBANGAN ILMU-ILMU SOSIAL
(Sebuah Posistion Paper)
Oleh Ignas Kleden
I. ENAM ISU YANG AKAN DIBAHAS
1. Masyarakat Indonesia adalah sebuah Jurnal Penelitian sosial (termasuk ekonomi, politik dan budaya).
2. Hubungan Jurnal dengan penelitian sosial
3. Hubungan Penelitian dengan Perkembangan Ilmu-Ilmu sosial
4. Penelitian, kebijakan dan advokasi
5. Produksi Pengetahuan dan Produksi Kekuasaan
6. Context of discovery dan context of justification
II. URAIAN
1. Masyarakat Indonesia adalah sebuah jurnal penelitian sosial.
Sifat ini sudah memberi tiga batasan untuk pemilihan dan penerimaan tulisan yaitu
a) Tulisan haruslah bersifat research paper dan bukan policy paper atau esai bebas.
b) Tulisan haruslah membahas masalah-masalah masyarakat Indonesia dan bukan masalah di negeri lain.
c) Tulisan haruslah mencerminkan penerapan atau pengujian terhadap sebuah teori atau sebuah metode ilmu sosial
Sebagai jurnal penelitian sosial maka tema-tema tulisan mencakup bidang yang luas mencakup bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya. Dilihat dengan cara itu maka jurnal ini dapat mengatur nomor-nomor penerbitan
 Berdasarkan disiplin ilmu-ilmu sosial (nomor ekonomi, sosial, politik, budaya), seperti
a) hubungan antara pertumbuhan ekonomi, pengembangan sektor riil dan penyerapan tenaga kerja dalam ekonomi,
b) atau hubungan antara pimpinan politik, lembaga politik, dan sistem politik dalam politik,
c) atau pembagian kerja seksual, patriarki dan partisipasi perempuan dalam kesempatan kerja untuk bidang sosial,
d) dan ada tidaknya pengaruh gaya hidup perkotaan terhadap persepsi anak-anak SD tentang nilai moral atau nilai estetik untuk bidang budaya.
 Berdasarkan sebuah isu yang dibahas seperti migrasi, kependudukan, korupsi, atau bencana alam, yang dapat dilihat dari berbagai disiplin ilmu sosial. Dengan demikian ada studi ekonomi tentang migrasi, studi sosiologi tentang migrasi, studi politik tentang migrasi dan studi budaya tentang migrasi. Hal yang sama dapat dilakukan terhadap isu-isu lain yang dipilih.
 Pada tingkat yang lebih tinggi dapat diterbitkan nomor yang berisikan peninjauan kembali terhadap metode dan teori-teori ilmu sosial yang banyak digunakan dalam penelitian.
a) Dalam setiap pemilihan umum lembaga-lembaga penelitian dan konsultasi politik melakukan berbagai survei. Pada titik ini dapat diterbitkan sebuah nomor jurnal untuk mereview praktek survei yang dijalankan dalam berbagai penelitian tersebut.
b) Atau koalisi menjadi isu yang hangat saat ini. Maka jurnal dapat terbit dengan suatu rangkaian karangan tentang teori ilmu politik mengenai koalisi dan praktek koalisi dalam politik Indonesia.
c) Karena isu etnisitas merupakan isu yang aktual karena adanya konflik antar-etnik, sebuah nomor dapat diterbitkan khusus tentang etnisitas baik berupa uraian yang berisi pandangan antropologi tentang teori etnisitas maupun uraian ilmu politik tentang bagaimana etnisitas dijadikan alat untuk perjuangan atau dominasi politik, dan uraian sosiologi tentang pembagian kerja dan pembagian sumber daya ekonomi berdasarkan etnisitas.
2. Hubungan jurnal dengan penelitian sosial
Sebuah jurnal dapat memainkan tiga fungsi dalam hubungan dengan penelitian sosial.
a) Dia dapat menjadi tempat penampungan hasil-hasil penelitian yang kemudian diumumkan ke publik
b) Dia dapat menjadi rujukan untuk penelitian lain
c) Dia dapat dan menjadi tempat pengembangan wacana dan diskusi tentang praktek penelitian.
Menurut pengamatan saya, jurnal Masyarakat Indonesia hingga saat ini berperanan baik dalam fungsi pertama, belum dapat dibuktikan perannya dalam fungsi kedua, tetapi belum dan sama sekali belum memainkan peranan dalam fungsi ketiga.
Ini artinya Masyarakat Indonesia berperan dengan baik mengumumkan hasil-hasil penelitian yang memenuhi kriteria penerbitan, mungkin di sana-sini dijadikannya rujukan dalam melakukan penelitian, tetapi belum mengembangkan dirinya menjadi tempat di mana suatu hasil penelitian didiskusikan, diperdebatkan atau difalsifikasi oleh data dan argumen peneliti lain.

Ini merupakan satu kekurangan yang sampai saat ini menyebabkan kurangnya daya tarik jurnal ini, karena hasil-hasil penelitian yang diterbitkan tidak diangkat menjadi bagian dari wacana dan diskusi akademis di antara sesama peneliti. Dengan adanya pengembangan wacana dalam jurnal, para pembaca yang bukan peneliti dapat dibantu untuk mengapresiasi hasil penelitian yang baik, yang kurang baik, dan yang gagal tetapi kebetulan terbit.
Dari pihak lain mutu sebuah jurnal penelitian sangat tergantung dari mutu penelitian sosial yang dijalankan. Karena itu sebuah jurnal yang berhasil dapat diperlakukan sebagai sebuah cermin bagi taraf peneltian yang dicapai dalam suatu komunitas penelitian. Sebuah jurnal penelitian yang bagus hanya mungkin didukung oleh praktek penelitian yang baik dan sebaliknya.
3. Hubungan penelitian sosial dan perkembangan ilmu-ilmu sosial
Hubungan di antara penelitian sosial dan perkembangan ilmu-ilmu sosial bersifat hubungan yang memutar dalam suatu lingkaran hermeneutik (hermeneutical circle).
a) Dari satu sisi keberhasilan suatu penelitian tergantung dari tingkat kecanggilan peralatan ilmu-ilmu sosial yang digunakan, baik peralatan teoretis maupun peralatan metodologis. Dengan lain perkataan penelitian adalah output dari ilmu-ilmu sosial pada tingkat perkembangan tertentu.
b) Dari sisi lainnya pengembangan teori dan metode ilmu-ilmu sosial hanya mungkin dilakukan dalam penelitian dan melalui penelitian. Karena itu penelitian adalah input terpenting untuk perkembangan ilmu-ilmu sosial. Tingkat kecanggihan dalam teori dan metode ilmu sosial tergantung secara harafiah dari tingkat kecanggihan suatu penelitian.
c) Perlu diberi catatan bahwa hubungan antara teori dan metode ilmu-ilmu sosial dengan penelitian sosial masih turut ditentukan oleh tingkat kecanggihan peneliti sendiri. Data penelitian adalah data yang bisu, yang hanya bisa berbicara kalau diajak bicara oleh seorang peneliti dalam suatu tanya jawab. Data itu akan memberi jawaban pintar kepada pertanyaan yang pintar, dan data yang sama akan memberi jawaban yang dungu kepada pertanyaan yang bodoh.
Selanjutnya hubungan ilmu-ilmu sosial dengan masyarakat Indonesia dapat dilihat dengan dua cara.
a) Hubungan antara sebuah teori ilmu sosial dengan perkembangan dan perubahan masyarakat
b) Hubungan antara sebuah teori ilmu sosial dengan kekuasaan yang mengatur masyarakat itu.
Dalam hubungan dengan relasi teori dengan perkembangan masyarakat, maka teori ilmu-ilmu sosial berfungsi
 menjelaskan dan memahami perkembangan dan perubahan sosial yang sedang terjadi (fungsi eksplanatoris dan fungsi hermeneutis teori)
 merencanakan suatu perubahan sosial dan menggerakkan masyarakat kearah perubahan yang diinginkan (fungsi engineering teori)
 Mengawasi dan mencegah perubahan sosial yang tak direncanakan atau tak diinginkan (fungsi kontrol teori)
Dalam kaitan antara teori dan kekuasaan maka suatu teori dapat berfungsi
 Membenarkan kekuasaan yang ada (teori sebagai legitimasi)
 Mempertanyakan kekuasaan yang ada (teori sebagai kritik)
 Memperbaiki praktek kekuasaan (teori sebagai koreksi)

Dalam hubungan dengan kedua proposisi di atas maka menurut pengamatan saya jurnal Masyarakat Indonesia baru sampai pada taraf menjelaskan dan memahami perkembangan dan perubahan sosial yang sedang berlangsung dan belum banyak menyumbang kepada perencanaan perubahan sosial yang diinginkan atau kepada pengawasan dan pencegahan perubahan-perubahan sosial yang tak dikehendaki.
Demikian pun terhadap kekuasaan jurnal ini berusaha untuk tidak sekedar membenarkan kekuasaan, berusaha melakukan koreksi terhadap praktek kekuasaan, tetapi belum memberi cukup perhatian kepada kritik terhadap kekuasaan.
4. Penelitian, Kebijakan dan Advokasi
Selalu ada hubungan di antara penelitian, kebijakan atau suatu advokasi yang hendak dijalankan. Khususnya di negara-negara yang hendak melaksanakan apa yang dinamakan knowledge-based policy penelitian memainkan peranan yang amat menentukan.
Namun demikian dalam praktek perlu dibedakan dengan jelas tiga jenis pertanyaan yang amat berbeda yaitu
i) Research question
ii) Policy question
iii) Advocacy question
Pertanyaan tentang kebijakan akan menghasilkan usul kebijakan atau policy brief. Pertanyaan tentang advokasi menghasilkan suatu aksi terorganisasi dengan sasaran tertentu. Sedangkan pertanyaan penelitian menghasilkan tambahan pengetahuan tentang suatu keadaan masyarakat.

Hasil sebuah penelitian dapat dijadikan dasar bagi usul kebijakan atau pegangan dalam melakukan advokasi. Akan tetapi penelitian harus dan hanya mungkin dijalankan berdasarkan pertanyaan penelitian.
Perbedaan pokok di antara ketiga pertanyaan tersebut adalah bahwa pertanyaan penelitian bersifat teoretis untuk menjelaskan atau memahami keadaan, sedangkan pertanyaan tentang kebijakan dan advokasi bersifat praktis karena berhubungan dengan keputusan politik yang diambil atau aksi sosial yang dijalankan.
Pertanyaan seperti “bagaimana meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik Indonesia ” adalah pertanyaan mengenai kebijakan atau advokasi yang harus dijalankan, bukan pertanyaan penelitian. Seorang peneliti yang berpengalaman akan mengubah pertanyaan praktis tersebut menjadi pertanyaan teoretis untuk penelitian seperti misalnya “ada-tidaknya hubungan antara tingkat pendidikan laki-laki dan kecenderungan patriarkis mereka”. Pertanyaan praktis ada untuk dijalankan, sedangkan hasil penelitian ada untuk diuji atau divalidasi.
Dalam kaitan dengan jurnal MI saya mengusulkan bahwa sekali pun hubungan di antara penelitian dan kebijakan selalu ada (antara lain karena penelitian disorder oleh mereka yang menentukan kebijakan) akan tetapi harus dibedakan dengan jelas sampai di mana sebuah tulisan masih mengembangkan deskripsi dan analisanya berdasarkan penelitian, dan pada titik mana dia mulai beralih kepada rekomendasi untuk kebijakan
5. Produksi Pengetahuan dan Produksi Kekuasaan
Sebuah jurnal penelitian seperti Masyarakat Indonesia selalu tergantung kepada praktek penelitian yang dilakukan, sedangkan praktek penelitian akan sangat tergantung pada peneliti menyangkut dua hal yaitu
a) Kemampuannya secara teknis untuk menjalankan suatu penelitian
b) Minat, motivasi, dan preferensi seorang peneliti secara professional.
c) Integritasnya secara moral
Kemampuan teknis seorang peneliti tak perlu banyak diuraikan di sini karena berhubung dengan penguasaan atas teori dan metode yang sudah berulang kali dikemukakan.
Sejauh menyangkut minat, motivasi dan preferensi peneliti ada baiknya di sini diuraikan secara singkat suatu pembagian kerja intelektual.
 Tugas seorang peneliti adalah memproduksi pengetahuan ilmiah
 Tugas seorang ilmuwan adalah menjaga agar pengetahuan yang dihasilkan dalam penelitian dan akan digunakan oleh umum adalah pengetahuan yang valid dan bukan pengetahuan yang keliru atau pengetahuan yang salah karena didistorsikan.
 Tugas seorang teknikus adalah memberi nilai pakai (use value) kepada pengetahuan yang dihasilkan dalam penelitian agar memberi manfaat kepada orang banyak dalam penerapannya.
 Tugas seorang professional adalah memberi nilai tukar (exchange value) dari pengetahuan yang dihasilkan dalam penelitian agar dapat memberi profit dari penerapan pengetahuan yang dihasilkan.
 Tugas seorang intelektual adalah mengubah atau menerjemahkan pengetahuan yang dihasilkan menjadi nilai=nilai moral yang dapat menjadi pegangan umum.
Di pihak lain kita bisa berbicara juga tentang pembagian kerja politis antara tugas politisi dan tugas seorang teknokrat.

 Tugas seorang politikus adalah memproduksi kekuasaan melalui dukungan politik yang dapat dikerahkannya. Legitimasinya ditentukan oleh luasnya konstituensi dia
 Tugas seorang teknokrat adalah memproduksi kekuasaan bukan melalui dukungan politik tetapi dengan menerjemahkan keahlian dan pengetahuannya menjadi kekuasaan. Legitimasinya ditentukan oleh kesesuaian antara tingkat keahlian yang dia miliki dan kepentingan politik yang memerlukan keahlian tersebut.
Dalam soal legitimasi sebaiknya ditekankan di sini bahwa politisi memerlukan legitimacy by the people berupa dukungan orang banyak, sedangkan seorang peneliti dan ilmuwan memiliki legitimacy by peers yaitu pengakuan yang diberikan oleh komunitas peneliti dan komunitas ilmiah.
Dalam praktek ini artinya, popularitas bukanlah bukti keberhasilan seorang peneliti atau seorang ilmuwan karena itu hanya berhubungan dengan recognition by the people, yang bisa amat penting bagi seorang politikus atau seorang artis tetapi tidak ada artinya bagi seorang peneliti atau seorang ilmuwan.
Yang dibutuhkan oleh peneliti dan ilmuwan bukanlah popularitas tetapi reputasi yaitu recognition by peers berupa pengakuan anggota komunitas peneliti dan komunitas ilmiah.
Sebagai formula umum bisa dikatakan bahwa semakin seorang peneliti tergoda oleh popularitas maka semakin dia terjebak ke dalam godaan memproduksi kekuasaan tetapi bukan memproduksi pengetahuan yang menjadi tugasnya.
Kesalah-pahaman umum bahwa kualifikasi seorang peneliti ditentukan oleh tingkat popularitas harus diterobos dengan berani oleh para peneliti sendiri.
6. Context of Discovery & Context of Justification
Ilmu pengetahuan berkembang karena adanya penemuan berupa pengetahuan baru, teori baru dan metode baru. Pada titik itu ilmu berkembang kalau ada imajinasi dan kreativitas para ilmuwan dan para peneliti.
Di lain pihak pengetahuan yang dihasilkan untuk menjadi pengetahuan ilmiah harus divalidasikan, yaitu harus diuji berdasarkan metode pengujian untuk menetapkan apakah pengetahuan tersebut adalah pengetahuan yang valid, yang bisa ditawarkan kepada publik untuk digunakan.
Dalam epistemologi modern kedua segi pengembangan ilmu tersebut dibedakan dalam istilah heuristika sebagai bidang ilmu yang menggarap kreativitas ilmiah, dan metodologi yang menjaga validitas ilmiah.
Dalam hubungan dengan jurnal Masyarakat Indonesia saya ingin menghimbau agar jurnal ini memberi tempat yang seimbang kepada kedua segi pengembangan ilmu tersebut yaitu kreativitas ilmiah dan validitas ilmiah.
Hubungan di antara kedua kepentingan itu seringkali bertolak belakang. Karena heuristika memperlakukan ilmu sebagai suatu seni atau art yang menuntut kebebasan dan keleluasaan sebesar-besarnya untuk seorang ilmuwan atau peneliti.
Sebaliknya dalam metodologi ilmu diperlakukan sebagai sebuah disiplin dengan peraturan-peraturan yang ketat yang harus ditaati oleh setiap peneliti yang bertanggungjawab.
Kedua bidang itu harus didorong secara bersamaan karena penemuan teori dan metode baru dalam ilmu sosial memerlukan kemampuan heuristik yang tinggi, yang pada gilirannya harus diuji kembali validitasnya berdasarkan metode pengujian yang ditetapkan dalam metodologi. (IK)

A. PENGERTIAN JURNAL SOSIOLOGI INTERNASIONAL

Jurnal Internasional Sosiologi, memungkinkan para peneliti berbahasa Inggris melakukan riset Sosiologi yang serius dari beberapa negara. Jurnal ini berfokus pada pembelajaran sosiologi makro dengan perhatian khusus pada perbandingan kerja dan riset antar-negara yang menggunakan data dari beberapa sumber seperti Badan Survey Dunia, Survey Sosial Eropa dan Program Survey Sosial Internasional. Didirikan pada tahun 1986 oleh International Sosiologi Association (ISA), International Sosiologi (ISS) adalah salah satu jurnal sosiologis pertama yang mencerminkan kepentingan penelitian dan suara komunitas internasional sosiologi. Perkembangan jurnal ini memberikan kontribusi dari berbagai bidang sosiologi, dengan fokus pada pendekatan internasional dan komparatif. Saat ini Universitas di berbaggai wilayah Indonesia terus melakukan pengembangan jurnal sosiologi

 

A. PENGERTIAN MAHZAB FRANKFURT

Mazhab Frankfurt ialah sebuah nama yang diberikan kepada kelompok filsuf yang memiliki afiliasi dengan Institusi Penelitian Sosial di Frankfrurt, Jerman, dan pemikir-pemikir lainnya yang dipengaruhi oleh mereka. Tahun yang dianggap sebagai tahun kemulaian Mazhab Frankfurt ini adalah tahun 1930, ketika Max Horkheimer diangkat sebagai direktur lembaga riset sosial tersebut. Beberapa filsuf terkenal yang dianggap sebagai anggota Mazhab Frankfurt ini antara lain Theodor Adorno, Walter Benjamin da Jurgen Habermas. Perlu diingat bahwa para pemikir ini tidak pernah mendefinisikan diri mereka sendiri di dalam sebuah kelompok atau ‘mazhab’, dan bahwa penamaan ini diberikan secara retrospektif. Walaupun kebanyakan dari mereka memiliki sebuah ketertarikan intelektual dengan pemikiran neo-Marxisme dan kritik terhadap budaya (yang di kemudian hari memengaruhi munculnya bidang ilmu Studi Budaya), masing-masing pemikir mengaplikasikan kedua hal ini dengan cara-cara dan terhadap subyek kajian yang berbeda. Ketertarikan Mazhab Frankfurt terhadap pemikiran Karl Marx disebabkan antara lain oleh ketidakpuasan mereka terhadap penggunaan teori-teori Marxisme oleh kebanyakan orang lain, yang mereka anggap merupakan pandangan sempit terhadap pandangan asli Karl Marx. Menurut mereka, pandangan sempit ini tidak mampu memberikan ‘jawaban’ terhadap situasi mereka pada saat itu di Jerman. Setelah Perang Dunia Pertama dan meningkatnya kekuatan politik Nazi, Jerman yang ada pada saat itu sangatlah berbeda dengan Jerman yang dialami Karl Marx. Sehingga jelaslah bagi para pemikir Mazhab Frankfurt bahwa Marxisme harus dimodifikasi untuk bisa menjawab tantangan zaman. Patut dicatat bahwa beberapa pemikir utama Mahzab Frankfurt beragama Yahudi , dan terutama di perioda awal secara langsung menjadi korban Fasisme Nazi. Yang paling tragis ialah kematian Walter Benjamin yang dicurigai melakukan bunuh diri setelah isi perpustakaannya disita oleh tentara Nazi. Beberapa yang lainnya, seperti Theodor Adorno dan Max Horkheimer  terpaksa melarikan diri ke negara lain, terutama Amerika Serikat. Contoh karya-karya terkenal yang dihasilkan para pemikir Mazhab Frankfurt antara lain Dialectic of Enlightenment, Minima Moralia, Illuminations.

B. SEJARAH MAHZAB FRANKFURT

Mazhab Frankfurt mengumpulkan para pembangkang Marxis, para kritikus keras Kapitalisme yang percaya bahwa beberapa orang yang dianggap sebagai pengikut Marx telah membeo, menirukan beberapa cuplikan sempit dari gagasan-gagasan Marx, biasanya dalam membela partai-partai Komunis atau Sosial-Demokrat ortodoks. Mereka khususnya dipengaruhi oleh kegagaln revolusi kaum pekerja di Eropa Barat setelah Perang Dunia I dan oleh bangkitnya Nazisme  di negara yang secara ekonomi, teknologi, dan budaya maju (Jerman). Karena itu mereka merasa harus memilih bagian-bagian mana dari pemikiran-pemikiran Marx yang dapat menolong untuk memperjelas kondisi-kondisi yang Marx sendiri tidak pernah lihat. Mereka meminjam dari mazhab-mazhab pemikiran lain yang mengisi apa yang dianggap kurang dari Marx. Max Weber memberikan pengaruh yang besar, seperti halnya jugaSigmund Freud (seperti dalam kasus sintesis Freudo-Marxis oleh Herbert Marcuse karyanya tahun 1945, Eros and Civilization). Penekanan mereka terhadap komponen “Kritis” dari teori sangat banyak meminjam dari upaya mereka untuk mengatasi batas-batas dari positivisme, materialisme yang kasar, dan fenomenologi  dengan kembali kepada filsafat kritis Kant penerus-penerusnya dalam Idealisme Jerman, khususnya filsafat Hegel, dengan penekanannya pada negasi dan kontradiksi sebagai bagian yang inheren dari rrealitas. Sebuah pengaruh penting juga dating dari penerbitan Manuskrib Ekonomi-Filsafat dan Ideologi Jeerman karya Marx tahun 1030-an yang memperlihatkan kesinambungan dengan Hegelianisme yang mendasari pemikiran-pemikiran Marx: Marcuse adalah salah satu orang yang pertama mengartikulasikan signifikansi teoretis dari teks-teks ini.

Fase Pertama: Pengaruh intelektual dan fokus teoretis dari generasi pertama dari para theoretikus Kritis Mazhab Frankfurt muncul dalam diagram berikut:

Institut ini membuat sumbangan-sumbangan penting dalam dua bidang yang terkait dengan kemungkinan-kemungkinan subyek manusia yang rasional, yaitu individu-individu yang dapat bertindak secara rasional untuk bertanggung jawab atas masyarakat dan sejarah mereka sendiri. Yang pertama terdiri atas fenomena sosial yang sebelumnya dianggap dalam Marxisme sebagai bagian dari “superstuktur” atau sebagai Ideologi: struktur-struktur kepribadian, keuarga dan otoritas (penerbitan bukunya yang pertama diberi judul Studi tentang Otoritas dan Keluarga), dan ranah estetika dan budaya massa. Studi-studi ini juga melihat kepedulian bersama di sini dalam kemampuan Kapitalis untuk menghancurkan prakondisi-prakondisi Kritis, kesadaran revolusioner. Ini berarti tiba pada kesadaran canggih tentang dimensi kedalaman di mana penindasan sosial mempertahankan dirinya sendiri. Ini juga merupakan awal dari pengakuan teori Kritis terhadap ideologi sebagai bagian dari dasar-dasar struktur sosial. Institut ini dan berbagai pihak yang ikut bekerja sama dengannya mempunyai dampak yang hebat terhadapilmu sosial (khususnya Amerika) melalui karya mereka The Authoritarian Personality (“Kepribadian yang Otoriter), which melakukan penelitian empirik yang luas, dengan menggunakan kategori-kategori sosiologis dan psikoalisis, untuk menggambarkan kekuatan-kekuatan yang mendorong individu untuk berafiliasi dengan atau mendukung gerakan-gerakan atau partai-partai fasis.

C. PARA PEMIKIR DAN PAKAR UTAMA MAHZAB FRANKFURT

1.      Theodor W. Adorno

2.      Max Horkheimer

3.      Walter Benjamin

4.      Herbert Marcuse

5.      Alfred Sohn-Rethel

6.      Leo Lowenthal

7.      Franz Oppenheimer

8.      Friedreick Pollock

9.      Erich Fromm

10.  Alfred Schmidt

11.  Jurgen Habermas

12.  Oskar Negt

13.  Karl A. Wittfogel

14.  Susan Buck-Morss

15.  Alex Honneth

D. KRITIKUS TERKEMUKA TERHADAP MAHZAB FRANKFURT

1.      Henryk Grossman

2.      Georg Lukascs

3.      Umberto Eco

E. RUJUKAN

1.       Martin Jay. The Dialectical Imagination: A History of the Frankfurt School and the Institute for Social Research 1923-1950. Berkeley, University of California Press, 1996. ISBN 0-520-20423-9.

2.       Rolf Wiggershaus. The Frankfurt School: Its History, Theories and Political Significance. Cambridge, Mass.: The MIT Press, 1995. ISBN 0-262-73113-4.

3.       Jeremy J. Shapiro, “The Critical Theory of Frankfurt”, Times Literary Supplement, Oct. 4, 1974, No. 3,787. (Bahan-bahan untuk penerbitan ini telah digunakan atau diadaptasi untuk artikel ini, dengan izin.)

“Dikutip dari Wikipedia”

Teknologi kini merupakan menjadi bagian besar kehidupan masyarakat didunia yang dikatakan jaman edan ini.Demikian juga bagi warga masyarakat di Universitas Sebelas Maret Surakarta khususnya para penghuni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Demi merangsang kemajuan para mahasiswa FISIP dalam berselancar di dunia maya dan menyadarkan bahwa penggunaan “BLOG” dapat meningkatkan kreatifitas serta keberanian dalam berpenndapat dan menulis .
Tepatnya pada hari Rabu, 10 November 2010 pada pukul 10.15.. Masyarakat FISIP UNS mengadakan pesta bagi “Bloger- Bloger UNS ”yang sudah menjadi agenda tahunan nantinya yakni FISIP UNS BLOG FEST 2010..acara ini sudah pernah di adakan pada tahun lalu. Acara ini memebawa misi yang baik yakni dapat meningkatkan penggunaan teknologi pada dunia maya terus meningkat..
FISIP BLOG FEST UNS 2010, kali ini dikemas dengan apik, dengan menampilkan Wayang Kampung Sebelah, membuat acara ini menjadi menarik.Dengan membawa lakon”Tragedi Jual Beli Mimpi” serta banyolan dari Kang Dalang membuat acara ini semakin sulit ditinggalkan para peserta yang datang.dan ada lagi disetiap sela- sela acara Pak Ramdon membagikan hadiah yang menarik bagi para bloger yang blognya dipilih dan ditampilkan.
Akhhirnya sekitar pukul 13.30 acara ini berakhir dengan memuaskan dan lancer.kiranya acara ini dapat menumbuhkan lagi minat para bloger UNS khususnya FISIP UNS.

SEKIAN…KAMI TUNGGU FISIP UNS BLOG FEST 2011!!